Merobah Massa!

"The future belongs to those who prepare for it today!"-Malcom X

Kata-Kata Hikmah

Manusia tercipta kerana bergerak, dan untuk bergerak. Maka bergeraklah! Maka DIA akan bersama kita, setiap orang memiliki masa-masa kepahlawanannya sendiri, maka ia perlu dihargai!"

Tazkirah

"Marilah kawan mari kita kobarkan, Di tangan kita tergenggam arah agama dan bangsa, Marilah kawan mari kita nyanyikan, Sebuah lagu tentang pembebasan tanpa pendustaan! Tiada yang tidak berubah kecuali PERUBAHAN itu sendiri!"

Jiwa besar.

“At Basle I founded the Jewish State… Perhaps in five years, and certainty in fifty, everyone will know it.”- Michael Prior. Zionism and the State of Israel. London & New York: Routledge. 1999, hal. 6

(Di Bassell saya mendirikan negara Yahudi…Barangkali dalam waktu lima tahun, dalam lima puluh tahun, tiap orang akan mengetahui itu) THEODOR HERZL, Pendiri Zionis (1860-1904)

Ada jua yang menarik dari seorang Herzl, pengasas dan pendiri gerakan Zionis Antarabangsa. Dia memiliki visi yang jauh ke depan. Inilah yang membuat kenapa Herzl disebut sebagai salah seorang Yahudi yang punya visi jauh ke depan. Dalam salah satu tulisannya, dia berkata bahawa di Negeri Bassell, Swiss, dia telah mendirikan Negara Yahudi. Itu diyakini olehnya, kalau tidak dalam waktu lima tahun ke hadapan, maka itu akan menjelma dalam lima puluh tahun. Dan benarlah, pada 1948 apa yang dicita-citakan oleh Herzl pun menjadi suatu realiti: Berdirinya Negara Israel.

Tentunya, gerakan zionis yang memiliki banyak cacat dan celakanya itu tidak ingin kita ikuti. Dengan tegas, gerakan ini telah merampas hak asasi bangsa Palestin baik yang Muslim ataupun Kristian. Namun yang menarik dari seorang Herzl adalah, dalam konteks pergerakan, dia memiliki visi yang begitu jauh ke hadapan. Beberapa kali dia ditolak oleh Yahudi sendiri, tapi karena perjuangannya juga, bangsa Yahudi boleh disatukan.

Saya tidak mengajak kita semua untuk ikut alur hidup Herzl, tapi yang boleh kita dapati dari dia adalah, visinya yang begitu besar. Betapa hari ini kita melihat banyak penyimpangan dan penyelewengan, korupsi bermaharajalela, skandal demi skandal terdedah. Ini bererti ada yang salah di situ. Apakah para tokoh kita di negera yang kita cintai ini tidak memiliki visi yang jauh untuk kemajuan dan kesejahteraan kita semua? Saat ini, kita memerlukan pemimpin yang punya visi besar, visi masa depan. Pemimpin seperti ini memang tidaklah dilahirkan secara tiba-tiba. Ia dibentuk, ditarbiyah dan dikader secara sistematis, dididik dalam suasana kepemimpinan, serta sejarah hidupnya patut untuk ditiru dan dihayati. Kemenangan Obama di Amerika, salah satunya kerana Obama mengetahui kehendak dunia. Dia tidak ingin terlalu berkonfrantasi terhadap dunia Arab, walau dia tetap mengatakan bahawa dia sangat pro dengan Israel.


Kita memerlukan pemimpin yang tidak hanya pragmatis. Bukan yang hanya memanfaatkan kuasa dan jawatan hanya untuk kepentingannya peribadi atau kelompok, akan tetapi untuk kemaslahatan ummah bersama. Ertinya, bahawa ketika seseorang telah menjadi tokoh massa, maka visi hidupnya juga akan menjadi untuk rakyat yang dipimpin dan dakwah agama yang dibawa. Dia tidak hanya menjadi miliknya kalangan tertentu saja, akan tetapi dia menjadi milik bangsanya semata. Maka, tokoh yang kita idolakan dalam kelompok ini juga diakui kepimpinanan akhlaknya, dan diangkat oleh kelompok lain sebagai qudwah yang wajar dicontohi. Keinginan untuk hanya melahirkan seorang pahlawan yang bervisi besar nanti malah akan menjadi sia-sia ketika tokoh itu hanya didakwa sebagai milik kelompok tertentu, sewajarnya tika memimpin jadilah pemimpin untuk semua.

Pemimpin yang mempunyai visi murni dan berjiwa besar ini kita perlukan dalam semua peringkat kehidupan. Di kementerian, di jamaah, harakah pergerakan, kampus, sekolah, gerakan buruh, petani, lapangan pendidikan, ekonomi, kehakiman, dan begitu juga gerakan kemahasiswaan. Kita memerlukan para pemimpin yang punya visi jauh, yang kemudian diterjemahkan ke dalam gagasan-gagasan yang boleh dipraktikkan di lapangan.

Kita belajar dari nabi besar kita Muhammad SAW yang telah mendidik para sahabatnya untuk menjadi pemimpin di masa depan. Walau dikemudian hari ada konflik antara para sahabat, tapi karakter kepemimpinan itu masih ada. Nabi telah menunjukkan kepada kita semua satu teladan sepanjang zaman kerana betapa kita semua adalah pemimpin, dan tiap kita akan disoal tentang tanggunganjawab itu di hari akhirat kelak. Seorang yang punya visi masa depan, tentu tidak akan menggunakan kepemimpinannya untuk bersantai saja, atau untuk meninggikan darjat martabat diri dan kelompoknya sahaja, akan tetapi fikirannya untuk semua, untuk bangsanya dan Agamanya yang tercinta.

Pada akhirnya kita berharap semoga dari rahim negara kita ini akan muncul banyak pemimpin besar yang bukan hanya tampil menjelang pilihanraya, akan tetapi telah tampil sejak lama secara bertahap tapi pasti. Pemimpin revolusioner, apakah karakter itu telah ada dalam diri kita? -Azlan Zainal

“Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang melukis zamannya sendiri, bukan zaman tersebut yang melukis dirinya” – Adolf Thofler

0 comments:

Post a Comment